Kemaren di acara pengajian (sebenarnya acara Maulid Nabi saw), setelah ustad menyampaikan ceramahnya kemudian dilanjut sedikit sesi tanya jawab, ada pertanyaan dari warga yang mengelitik hati (terutama dengan jawaban ustad-nya), Pak Ustad apakah acara Maulid ini adalah bid'ah-sebab apa-apa (peribadatan) yang tidak ada pada jaman Rosul dan sahabat (dan Rosul saw tidak mengadakan-nya tetapi kemudian dimasa saat ini muncul) adalah suatu bid'ah dan Bid'ah adalah sesat. memang ada Hadits dari Rosul (shohih) mengenai Bid'ah ini, redaksinya hampir sama dengan sedikit uraian diatas, maka apakah Maulid ini adalah Bid'ah ?
Ustad menjawab memang kalau dikatakan Bid'ah acara Maulid memang Bid'ah tapi Bid'ah khan ada dua macam yaitu Bid'ah Hasanah dan Bid'ah Dholalah (Bid'ah yang baik dan yang buruk) - walah bid'ah kok masih diklasifikasikan (memang sungguh manusia itu adalah maklhuk yang paling banyak membanatah)-hadits Nabi saw mencoba untuk dicari-carikan jalan alternatifnya supaya di amini perbuatan-nya oleh masyarakat umum. Kemudian Ustadz menambahkan Yasinan dan Tahlilan pada zaman nabi dan sahabat tidak ada tapi zaman sekarang khan ada untuk kebaikan-he..he..he pembenaran untuk kebaikan, itu salah satu contoh bid'ah hasanah.
Maulid jika dianggap itu adalah sebuah bentuk ibadah baru maka itu adalah sebuah bid'ah dholalah...namun sejatinya maulid adalah sebagai suatu sarana untuk masa sekarang ini menumbuhkan benih-benih cinta kepada rasul Muhammad saw., maulid sebagai sarana bagi kita untuk mengenalkan sosok rasululloh Muhammad saw. kepada anak-anak kita.
Saya dulu karena ketidak tahuan maka sangat menolak, bahkan antipati dengan acara maulid karena semata-mata takut terjerumus di Bid'ah.
Namun, saat perjalanan waktu dan melihat bagaimana kondisi masyarakat dan utama nya kondisi umat dan melihat apa saja isi didalam Maulid, saya membuka pikiran saya dan hati saya, selama kita tidak memandang bahwa Maulid ini adalah bentuk ibadah baru yang hukumnya harus dilakukan maka Maulid bisa diselenggarakan.
Saya lebih suka untuk mengisi peringatan maulid bukan hanya dengan pembacaan sholawat, namun juga bagaimana disaat momentum Maulid tersebut bisa mengajak umat dan mengenalkan pada umat sunah2 rasul Muhammad saw. yang mungkin sudah mulai ditinggalakan umat.
Kegiatan Bakti Sosial, Santunan Yatim, Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Bazar Sembako biasanya menjadi salah satu pilihan saya dalam rangkaian kegiatan peringatan Maulid Rasul Muhammad saw.
Rindu ku pada mu ya Rasul, Shollu ala Nabiy.
No comments:
Post a Comment