22 July 2009

Iman dan Ujian (sebuah tafsir dari surat Al Ankabut ayat 2)

Iman dan Ujian

Tafsir surat Al Ankabut ayat 2

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al Ankabut ayat 2)

Ujian adalah sebuah konsekuensi dari syahadat yang telah kita ucapkan, selayaknya seperti sebuah ucapan janji setia pada kekasih hati, maka kelak tentu saja kekasih hati kita akan meminta sesuatu dari diri kita (sebuah pengorbanan) untuk membuktikan tulusnya janji setia yang telah kita ucapkan.

Bila ujian dari kekasih bisa kita lalui dengan selamat, maka hasilnya adalah semakin cinta dan sayang perasaan kekasih kita pada diri kita, demikian juga Allah swt, Dia adalah Tuhan yang memiliki nama Ar Rohman dan Ar Rahim, Cinta Kasih dan Sayang yang ada didunia ini berasal dari nama dan sifat Allah Ar Rohman dan Ar Rohim. Bila mahkluk –Nya saja bisa sedemikian setianya karena pembuktian kalimat cinta, maka Allah akan lebih membalas hamba-hamba Nya (melebihi semua rasa yang ada) yang mengaku beriman padanya.

Ujian adalah sarana bagi mahkluk untuk membuktikan kesungguhan pengabdian dan cintanya mahkluk pada Allah swt dan utusan-Nya Rosul Muhammad saw.

Bentuk dari ujian yang Allah berikan pada manusia itu sangat beragam macamnya dan dapat dalam bentuk yang tak disangka oleh kita.

Ujian dan Cobaan dalam hidup ini adalah seperti dua tepi sisi mata uang logam, Ujian lebih sering Allah gunakan dalam dasar sayang Nya Allah untuk mengetahui derajat cinta dan iman hamba-Nya, dan dengan sarana itu Allah swt akan menaikan derajat hamba Nya yang lulus ujian itu beberapa derajat lebih tinggi dari hamba-hamba Nya yang lain.

Cobaan lebih sering Allah gunakan dengan rasa sayang Nya untuk menegur, menyapa hamba Nya dengan sapaan mesra dan sayang, sapaan yang penuh pengajaran supaya hamba yang dicintainya itu kembali lagi pada jalur cinta Nya.

Sedangkan Azab/Adzab adalah sarana yang Allah swt gunakan untuk membalas perbuatan mahkluk yang Dia ciptakan dan Dia perintahkan untuk tunduk taat pada Nya namun mahkluk tersebut dengan lancangnya berani menantang kekuasaan dan kebesaran Allah swt.

Adzab Allah bisa Dia tumpahkan di dunia maupun Dia tunda kelak di akhirat.

Salah satu bentuk Ujian/Cobaan yang Allah swt berikan pada manusia adalah dengan manusia yang lainnya sebagaimana Allah SWT jelaskan dalam firman-Nya;

….. Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu maha Melihat. (QS Al Furqon ayat 20)

Jadi sangat tidak aneh dan mengherankan kenapa kok didunia ini ada orang-orang jahat atau orang-orang jahil yang suka menganggu sebagian orang-orang baik lainnya. Mereka Allah ciptakan untuk mengasah ke-Imanan kita.

Saat melihat suatu kejahatan dilakukan oleh orang lain maka yang harus kita lakukan adalah menegakan nahi mungkar ;

Dari Abu Sa'id Al-Khudri rodhiallohu 'anhu dia berkata: Aku mendengar Rosululloh sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika ia masih tidak mampu, maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman." (HR. Muslim)

Mengubah kemungkaran dengan tangan, berarti mengubah/mencegah kemungkaran yang terjadi dengan kekuasaan atau dengan kekuatan yang ia miliki.

Mencegah dengan kekuasaan dan atau dengan kekuatan bukan berarti kita boleh memukuli, atau main hakim sendiri atas pelaku kejahatan/kemungkaran/ dan atau kejahilan sehingga orang tersebut akhirnya mati ditangan kita (atau ditangan masa), bila orang tersebut tidak sampai mati maka orang tersebut sekarat kesakitan dirumah sakit.

Coba kita pikirkan, bila orang tersebut yang dihajar masa adalah benar pelaku kejahatan maka saat dia sembuh dari rumah sakit kemungkinan besar dia akan insyaf dari perbuatannya malah akan sangat tipis sekali, kenapa demikian?, karena tabiat manusia adalah mendendam.

Bila yang dipukuli oleh masa itu ternyata bukan pelaku kejahatan yang sebenarnya, tapi teryata korban salah tangkap? Maka sama halnya bahwa kita telah melakukan kemungkaran itu pada orang lain. Dan bila ini kita lakukan lalu sampai orang tersebut meninggal dunia, maka kita telah melakukan dosa besar pada Allah swt karena telah berani mengambil hak Allah akan kehidupan (nyawa) seseorang.

Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: "Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar."(AL Kahfi ayat 74)

Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. (Al Israa ayat 30)

Jika kita menjadikan hadits mencegah kemungkaran tersebut dan Al Israa ayat 30 ini sebagai dalil diperbolehkannya untuk membunuh, atau melakukan kemungkaran (main hakim sendiri/mengeroyok orang lain), maka artinya kita bukan termasuk orang-orang yang disebut muslim dan mukmin.

Membunuh jiwa makluk lain (termasuk manusia)telah Allah atur dalam keadaan bagaimana dan kapan boleh membunuh tersebut. Kita boleh membunuh manusia lain antara lain untuk hal berikut ini, membela diri (dan ini pun niat awalnya bukan membunuh/menghakimi namun tak tersengaja dalam pembelaan diri tersebut terpaksa kita harus membunuh orang lain), dan yang kedua adalah dalam keadaan perang (jihad) dan dalam keadaan Jihad pun niat kita membela agama Allah bukan nafsu kita, seperti kisah syaidina Ali ra., saat beliau dalam keadaan Jihad dan hamper saja batang pedang beliau menebas leher musuhnya, dan saat itu musuh beliau meludahinya maka seketika itupula beliau mengurungkan niat nya untuk membunuh musuh beliau tersebut. Saat ditanya oleh musuhnya kenapa beliau lakukan itu, jawab beliau aku takut aku membunuhmu bukan karena Allah tapi karena nafsuku.

Dan bahkan sekalipun dalam keadaan Jihad, membunuh musuh atau membunuh karena Qishos pun Allah swt telah memberikan batasan aturan, yaitu kita tidak boleh berlebihan dalam cara membunuh, maksudnya tidak boleh menyiksa musuh.

Lalu bagaimanakah kita harus mensikapi bila ada seseorang Jahil yang suka menganggu dan menjahati diri kita, seolah-olah kesabaran kita telah habis dibuatnya sedang tingkah lau jahilnya tidak juga berhenti?

Allah swt menjawabnya dalam firman-Nya;

Dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.

Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka.

Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.

Tetapi orang yang bersabar dan mema'afkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.

QS. Asy Syuura ayat 39 – 43

Dan Allah menegaskannya kembali dalam firman-Nya;

Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.(Al A'raf ayat 199)

Bahkan Rosullullah Muhammad saw mengajarkan kepada kita untuk tidak ikut-ikutan menjadi seorang yang berbuat kemungkaran dalam menegakkan nahi mungkar, dalam sabdanya ;

Janganlah kamu menjadi orang yang "ikut-ikutan" dengan mengatakan "Kalau orang lain berbuat kebaikan, kami pun akan berbuat baik dan kalau mereka berbuat zalim kami pun akan berbuat zalim". Tetapi teguhkanlah dirimu dengan berprinsip, "Kalau orang lain berbuat kebaikan kami berbuat kebaikan pula dan kalau orang lain berbuat kejahatan kami tidak akan melakukannya". (HR. Tirmidzi)

Kenapa kita harus berbuat demikian?, karena Allah jadikan diri kita adalah ujian untuk manusia yang lain, dan Allah jadikan manusia lain adalah sebagai ujian bagi kita, dan setiap dari diri kita telah Allah ilhami dengan Taqwa dan Fujur, dan tiap diri kita telah mengerti atas dasar taqwa dan fujur tersebut apa yang dinamakan dengan kebaikan dan keburukan, maka dari itu pada hakikatnya tiap diri kita tidak berhak sombong menganggap kita yang paling baik dan taqwa saat kita menatap kejahatan yang dilakukan saudara kita yang lain.

Bencilah pada kejahatan dan kejahilan yang diperbuatnya, namun jangan benci individunya, serulah kejahatan itu dengan hikmah dan kebaikan, tolaklah dengan kekuatan sayang dan cinta, belalah dirimu dengan pembelaan yang sewajarnya dan jangan menganiyaya.

Bila semua itu telah kita kerjakan namun kejahatan masih menganggu kita maka pasrahkan saja semuanya pada Allah swt, dan doakan kebaikan;

"ya Allah hamba pasrah pada Mu atas sikap dan perilaku kaum dholimin, ya Allah Engkau maha mengetahui keadaan hamba Mu maka tolonglah aku, berikanlah mereka kebaikan dan kesadaran atas sikap mereka dengan cara Mu ya Allah,dan ampunilah mereka dalam kasih sayang Mu."

terakhir sebagai kesimpulan saya ambilkan firman Allah swt berikut ini sebagai bahan perenungan bagi kita,

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.(Al Anbiya ayat 35)

Semoga Allah memberikan kemampuan bagi kita untuk menempuh Jalan Nya.


 


 


 

29 March 2009

Akikah untuk Raihan

Akikah untuk anak ku:

Muhammad Raihan Atthaillah


 

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Seluruh Alam

Hanya Dia lah Yang Agung dan Yang Pantas untuk dipuji


 

Di dalam Al-Qur'an, sebuah siklus menjadi baik dijelaskan dengan indah oleh Allah dalam pendekatan usia. Pada mulanya manusia hanyalah seorang bayi. Lalu tumbuh dewasa, lalu bila Allah memberi umur panjang, ia bisa melewati umur empat puluh tahun. Tetapi semua tahapan usia itu harus menjadi sebuah siklus keshalihan.

Kehidupan ini adalah anugerah terindah yang Allah Azza Wa Jalla berikan pada mahkluk-Nyadi muka bumi ini, Al Quran menjelaskan sebuah siklus kehidupan ini,

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.(al Hajj-5)

Kehidupan manusia dimulai sejak kita berupa Janin di dalam kandungan Ibu kita, lalu manusia terlahir kedunia mejadi bayi. Dalam sebuah keluarga kelahiran seorang putra-putri merupakan suatu kebahagian luar biasa yang akan melengkapi kehidupan manusia di muka bumi ini. Seperti ayat di atas bahwa kelahiran anak merupakan bukti kekuasaan Allah dan bukti kemurahan Allah kepada hamba-hamba-Nya di bumi ini.

Bahkan nabi Zakaria pun berdoa untuk mendapatkan karunia seorang anak dari Allah Azza Wa Jalla, Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa."

Anak keturunan kita adalah harta terindah yang kita peroleh di dunia ini, karena sejuta harapan yang lebih baik kita gantungkan pada keturunan kita, tidak ada manusia yang tidak akan bangga pada anak keturunannya apalagi bila anak keturunannya dapat meraih prestasi-prestasi mengagumkan di dunia ini.

Dalam islam anak kita terutama anak yang sholeh dan sholihah adalah aset utama kita sebagai salah satu peringan beban manusia kelak saat manusia memasuki alam kubur, karena hanya tiga macam amal jari'yah yang tetap tidak akan terputus pahalanya bahkan saat manusia itu telah berada dalam alam kubur, dan salah satunya adalah doa dari anak kita yang sholeh dan sholihah.

Namun sesungguhnya juga Allah memberikan anak adalah sebagai salah satu bentuk ujian bagi kita hamba-hamba-Nya, karena setiap anugerah amanat adalah ada hisab yang telah menanti disana, apakah kita mampu menunaikan amanat tersebut ataukah kita malah terjerumus ke lubang kehancuran akibat lalainya manusia dari amanat yang diembannya, Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

Marilah sejenak kita lihat bagaimanakah manusia itu diciptakan Allah Azza Wa Jalla ;

12. Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

13. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

14. Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.

15. Kemudian, sesudah itu, Sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.

(Q.S. Al Muminun)

7. Yang membuat segala sesuatu yang dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah.

8. Kemudian dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.

9. Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

(Q.S.As Sajdah)

Pendengaran, Penglihatan, dan Hati adalah juga anugerah kesempurnaan yang Allah berikan untuk kita, untuk kita syukuri keberadaannya namun sungguh sebagian besar waktu yang manusia miliki, kita dengan mudah melupakan keberadaan anggota tubuh tersebut.

Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina

kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim),

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur
yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.


Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami terraasuk orang-orang yang bersyukur."

Karena itulah sebagai kewajiban atas kita sebagai orangtua dalam bersyukur adalah mengikuti perintah dala Al Quran dan Sunnah Rosul saw, diantaranya adalah perintah dari Rosul saw agar kita mengadakan Aqiqah atas kelahiran anak-anak kita.

Hukum pelaksanaan akikah adalah sunnah Mua'kad, artinya perbuatan sunnah yang sangat dianjurkan / dikuatkan untuk dilaksanakan.

"Setiap anak digadaikan pada akikah yang disembelih pada hari ketujuh, lalu diberi nama dan dicukur rambutnya." (Abu Daud dan Nasa'i. Hadis ini disahihkan bukan oleh satu ulama).

Semua yang tergadai adalah wajib kita tebus, seperti halnya kita mengadaikan barang maka kita pasti akan menebusnya apabila kita telah mampu. Maksud tergadai disini adalah kewajiban bagi orangtua untuk melaksanakan rasa syukur kepada Allah Azza wajala atas kelahiran putra-putri mereka yang telah di idam-idamkan selama ini. Menurut pemikiran saya akikah ini jatuh kewajibannya hanya pada orangtua pada saat kelahiran anak mereka apabila mereka mampu, dan apabila anak-anak mereka telah dewasa baligh dan mandiri kewajiban akikah telah gugur, dan tidak wajib untuk anak mereka melakukan akikah lagi terhadap diri mereka sendiri, namun apabila mereka melakukannya maka sembelihan itu adalah sodaqoh kebaikan buat diri mereka sendiri, wallahualam.

Al-Munawi dalam kitab "Syarah Faidlul Qodir" meyebutkan perkataan dari Ibnu Qayim, "Tujuan dari Aqiqah adalah untuk menyelamatkan anak yang baru lahir dari setan dan mencegahnya dari godaan setan demi kemaslahatan akhiratnya, Hilangkan penyakitnya maksudnya dengan mencukur rambutnya dan kotoran yang ada dikepalanya, baik ia suci dan ataupun najis. Agar rambutnya juga bisa tumbuh lebih kuat dari sebelumnya. Ini juga bermanfaat bagi kepala, karena akan membuka pori-pori di kepala dan akan mengeluarkan uap dengan mudah, juga bisa menguatkan inderanya."

Diantara manfaat lainnya dari aqiqah menurut Ibnul Qayyim rahimmullah dalam kitabnya "Tuhfatul Maudud", adalah :

  1. Merupakan bentuk Ibadah kepada Allah SWT
  2. Merupakan pelatihan menuju sifat mulia menghilangkan kekikiran
  3. Mengadakan jamuan makan kepada orang lain adalah sebagai salah satu bentuk Ibadah kepada Allah SWT
  4. Melepaskan gadaian si anak, agar bisa memberikan atau mendapatkan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak
  5. Menanamkan Sunnah-Sunnah yang disyariatkan dan memberantas Khurafat Kejahiliyahan
  6. Memperkenalkan nasab anak


     


     

Setelah itu kewajiban orangtua adalah memberi nama kepada anaknya dengan sebaik-baik nama, karena nama yang diberikan oleh orang tua adalah sebagian dari doa dan harapan orang tua kepada Allah Azza wajalla atas kehidupan anak mereka kelak.


 

Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai keindahan. Termasuk keindahan adalah memberikan nama kepada anak kita dengan nama yang baik dan indah, serta menjauhkan mereka dari nama yang jelek. Islam adalah agama yang mudah. Allah berfirman,


 

"Allah menghendaki kemudahan bagimu" (Q.S. 2 ayat 185)


 

Oleh karena itu Allah menginginkan kemudahan sampai pada nama. Dan juga tidak menyukai kesulitan dan kekerasan hingga pada nama. Hal ini terlihat dari larangan Rosululah saw memberi nama dengan harb (perang), Rosulullah bersabda: "Nama yang paling dicintai oleh Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman. Yang aling jujur adalah harits dan Hamman. Dan yang paling jelek adalah Harb dan Murrah (pahit)." HR. Ibnu Hajar


 

Setelah memberikan nama kewajiban orang tua adalah mengasuh, memberi nafakah yang layak dan halal sesuai dengan kemampuan orang tuanya, dan yang terpenting adalah memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak kita.


 

Dan dalam masalah nafkah, berikanlah hanya nafkah kepada keluarga kita hanya dari harta yang baik dan halal untuk kebaikan keluarga kita, dan semoga Allah Ar-Rahman memberikan kemampuan itu kepada kita semua:


 

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.


 

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.


 

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.


 

Pendidikan terbaik yang utama adalah mengenalkan anak akan Tauhid, mengenalkan anak akan inti kalimat La Illah ha Illallahu Muhammadan Rosululloh, dan mengenalkan anak pada adab-adab kebaikan melalui contoh suri teladan kita sendiri (sebagai orang tuanya), semoga Allah memberikan kepada kita adab-adab yang baik sehingga tingkah laku kita adalah contoh panutan yang baik bagi anak keturunan kita semua. Kemudian mengenalkan dan membekali anak dengan ketrampilan-ketrampilan dan pendidikan formal dan non formal untuk kemaslahatan kehidupan anak kita kelak.


 

Allah memberikan contoh pendidikan ini dalam friman-Nya :


 

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."


 

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."


 

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu


 

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.


 

Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus[1181] lagi Maha Mengetahui.


 

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).


 

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.


 

Dan sederhanalah kamu dalam berjalan[1182] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.


 

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam."


 

Kita semua adalah anak dari orangtua kita semua, dan kita juga saat ini menjadi orangtua dari anak – anak kita, maka sudah sepatutnya setelah kita bersyukur pada Allah adalah kita bersyukur kepada orang tua kita yang telah susah payah membesarkan kita hingga kita bisa mandiri seperti sekarang ini, dengan contoh kasih sayang orang tua kita, seperti itulah kita belajar untuk mengasuh anak-anak kita.


 

Namun kesemua ini adalah awal dari rangkaian syukur kita kepada Allah Azza wajalla atas segala kenikmatan dan ujian yang telah Allah berikan kepada kita. Hidup adalah serangkaian ujian melalui Harta benda, Pangkat Jabatan, Anak dan Istri, dan sebagainya.


 

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu[98], dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.


 

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."

Karena itu marilah saudara-saudara ku seiman, marilah kita kembali pada Al Quran dan Sunnah Rosul saw pada setiap gerak hidup kita, marilah kita bersama saling mengajarkan dan mengingatkan pada saudara nya yang lain apabila saudara nya seiman tengah lengah dari jalan Allah. Tiada kesempurnaan adalah hanya milik-Nya semata, tiada kebaikan adalah tercurah karena kasih sayan-Nya pula, sedang semua khilaf, salah dan dosa adalah dari nafsu manusia.


 


 


 

23 March 2009

Ujian

COBAAN ITU ADALAH UKURAN BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG


Cobaan itu adalah perlu untuk mengetahui dimana letak tingkatan iman manusia, dan jenis cobaan itu ada bermacam-macam ragamnya ada cobaan dengan ujian penderitaan dan ada cobaan dengan ujian syukur terhadap nikmat yang Allah anugerahkan pada manusia

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.untuk apakan ujian / cobaan itu diberikan oleh Allah Azza Wa Jalla ?


 

       Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?

     Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

     Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu.

bagaimanakah mensikapinya ?

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar

    Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar

    Sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat, dan bahkan Allah itu lebih dekat daripada urat leher kamu

Sungguh Allah Azza Wa Jallamemberikan ujian kepada hamba-hamba-Nya karena Allah sangat saying pada hamba-hamba-Nya, ujian itu ditujukan untuk dua hal, yaitu :

Allah sayang pada hamba-Nya sehingga melalui ujian Allah menegor hamba-Nya agar dia tidak salah langkah, dan Allah menguji hamba-Nya karena Allah ingin menaikan derajat kedekatan hamba-Nya lebih dekat kepada Diri-Nya

16 March 2009

Bid'ah

Kemaren di acara pengajian (sebenarnya acara Maulid Nabi saw), setelah ustad menyampaikan ceramahnya kemudian dilanjut sedikit sesi tanya jawab, ada pertanyaan dari warga yang mengelitik hati (terutama dengan jawaban ustad-nya), Pak Ustad apakah acara Maulid ini adalah bid'ah-sebab apa-apa (peribadatan) yang tidak ada pada jaman Rosul dan sahabat (dan Rosul saw tidak mengadakan-nya tetapi kemudian dimasa saat ini muncul) adalah suatu bid'ah dan Bid'ah adalah sesat. memang ada Hadits dari Rosul (shohih) mengenai Bid'ah ini, redaksinya hampir sama dengan sedikit uraian diatas, maka apakah Maulid ini adalah Bid'ah ?

Ustad menjawab memang kalau dikatakan Bid'ah acara Maulid memang Bid'ah tapi Bid'ah khan ada dua macam yaitu Bid'ah Hasanah dan Bid'ah Dholalah (Bid'ah yang baik dan yang buruk) - walah bid'ah kok masih diklasifikasikan (memang sungguh manusia itu adalah maklhuk yang paling banyak membanatah)-hadits Nabi saw mencoba untuk dicari-carikan jalan alternatifnya supaya di amini perbuatan-nya oleh masyarakat umum. Kemudian Ustadz menambahkan Yasinan dan Tahlilan pada zaman nabi dan sahabat tidak ada tapi zaman sekarang khan ada untuk kebaikan-he..he..he pembenaran untuk kebaikan, itu salah satu contoh bid'ah hasanah.

Maulid jika dianggap itu adalah sebuah bentuk ibadah baru maka itu adalah sebuah bid'ah dholalah...namun sejatinya maulid adalah sebagai suatu sarana untuk masa sekarang ini menumbuhkan benih-benih cinta kepada rasul Muhammad saw., maulid sebagai sarana bagi kita untuk mengenalkan sosok rasululloh Muhammad saw. kepada anak-anak kita.

Saya dulu karena ketidak tahuan maka sangat menolak, bahkan antipati dengan acara maulid karena semata-mata takut terjerumus di Bid'ah.

Namun, saat perjalanan waktu dan melihat bagaimana kondisi masyarakat dan utama nya kondisi umat dan melihat apa saja isi didalam Maulid, saya membuka pikiran saya dan hati saya, selama kita tidak memandang bahwa Maulid ini adalah bentuk ibadah baru yang hukumnya harus dilakukan maka Maulid bisa diselenggarakan.

Saya lebih suka untuk mengisi peringatan maulid bukan hanya dengan pembacaan sholawat, namun juga bagaimana disaat momentum Maulid tersebut bisa mengajak umat dan mengenalkan pada umat sunah2 rasul Muhammad saw. yang mungkin sudah mulai ditinggalakan umat.

Kegiatan Bakti Sosial, Santunan Yatim, Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Bazar Sembako biasanya menjadi salah satu pilihan saya dalam rangkaian kegiatan peringatan Maulid Rasul Muhammad saw.

Rindu ku pada mu ya Rasul, Shollu ala Nabiy.

09 March 2009

Muhammad Raihan Athaillah

Sabtu dini hari jam 03.00 pagi tanggal 28 Februari 2009, sedang nyenyak tidur tiba-tiba istri ku membangunkan aku dengan panik, Apa Ma? Ini kok air ketubanku kelihatnnya sudah pecah yah, ada campur darah lagi, what ? weleh sempat panik sih, tapi harus bisa mengontro diri, melihat ketempat tidur sprei sudah basah penuh dengan air ketuban yang merah , aku katakan ke istri untuk menenangkan psikologisnya "udah tenang ma, jangan panik, banyak dzikir aja sudah waktunya lahiran", dan wuizz aku sendiri kaget ngelihat ekspresiku di cermin tollete didepan tempat tidur, waduh lho kok aku yang tegang gini.

Gila, sama sekali belum ada persiapan untuk alat-alat bayi dan ibunya yang akan dibawa kerumah sakit," ya sudah mama ganti baju dulu ayah akan siapkan baju-bajunya ya, mama duduk aja" eh, malah dimarahin istri duduk gimana katanya....malah gak boleh entar juga di dokteran sambil nunggu pasti disuruh jalan-jalan dulu (heem pemikiran yang anaeh menurutku), ya sudah terserah mama saja lah yang penting sabar dulu ya.

Setelah selesai prepare untuk barang-barang yang dibawa, aku sempetkan ambil air wudhu dahulu lalu sholat dua rakaat dan berdoa untuk keselamatan istri dan bayiku dan semoga dimudahkan semua prosesnya, lalu aku berkata pada istriku, ma aku mau cari taksi dulu ya (karena sangat tidak mungkin mengantar istri dalam keadaan pecah ketuban dan hujan dengan naik motor) ehm, atau ma coba deh tolong kamu tanya ke mbak diah (tetangga rumah) apa pak ketut (suaminya mbak diah) ada di rumah jadi bisa minta tolong ke klinik naik mobilnya, Alhamdulillah pertolongan Allah sangat dekat ternyata pak ketut dan istrinya mau menolong mengantarkan istriku ke klinik, sementara aku mendahului naik motor ke klinik.

Sampai di klinik dekat rumah, klinik belum buka (ya iya lah khan baru jam 04.00 pagi) wuidiih gimana nih, akhirnya setelah kami ketok-ketok pintunya klinik dibuka dan istri segera masuk ruang perawatan setelah di chek , bidan jaga di klinik memberitahukan bahwa keadaan istri sudah pecah ketuban (bukan rembes) dan air ketuban sudah banyak yang terbuang tetapi belum ada proses pembukaan sama sekali, oleh karena itu bidan jaga langsung menelpon dokter kandungan istri biasa konsultasi, dan saya disarankan untuk pilih kamar dan selesaikan administrasi dulu (weleh penyakit lama-administrasi melulu yang utama, kalau gak ada uang berarti gak bisa melahirkan dong...payah), lalu suster perawat minta kain sarung (penutup) untuk dikenakan istri karena yang saat ini dipakai istri sudah basah terkena air ketuban, sedang istri saya bilang ya sudah ayah pulang dulu segera ambil sarung penutup ya, mama disini nungguin, saya jawab ya, mama dudk dulu saja, dan lagi jawaban istri khan gak boleh duduk yah, harus jalan-jalan, kata bidan perawat lho ibu kata siapa itu, justru ibu harus duduk diam jangan banyak gerak biar ketubannya gak banyak yang keluar lagi (he..he..he.nah lho rasain dimarahin bidan-tapi kasian juga sih).

Buru-buru saya pulang ke rumah mengambil kain sarung yang diminta, dan mencari-cari uang tambahan (gila uang pulsa baru kemaren disetor jadi dirumah sama sekali gak ada uang-waduh harus narik atm nih) setelah itu saya sempatkan untuk sholat subuh dulu sebelum balik ke klinik. Ditengah jalan ke klinik hujan deras datang dan istri menelpon kalau dia harus cesar (apa...sempet shock juga) ehm, ya sudah ditunggu dulu ayah masih terjebak hujan nih, pakaian pun basah kuyup, akhirnya balik lagi kerumah ganti pakaian kering dan mengambil jas hujan yang ketinggalan. Segera setelah itu saya langsung ke klinik dan menemui suster bidan dan dia menerangkan secara detil dua option yang hanya boleh diambil secepatnya (yang ujung-ujung akhirnya cesar juga) ya sudah setelah saya terangkan keadaanya pada istri akhirnya istri berani untuk mengikuti operasi cesar.

Namun masih ada satu masalah lagi, siapa yang akan menjemput mertua di st Gambir (halah ada-ada saja), akhirnya meski dengan berat hati istri meminta saya untuk menjemput kedua orang tuanya di st. Gambir. Segera setelah saya menandatangani surat persetujuan operasi cesar di klinik saya diminta untuk memberikan 50% uang muka untuk biaya perawatan, akhirnya saya segera ke atm untuk mengambil biaya perawatan persalinan, segera jam 07.00 pagi istri dibawa ke rs. Puri cinere untuk operasi cesar (dan saya ikuti dari belakang sambil naik taksi karena segera saya diminta untuk menjemput orang tua istri), setelah samapai di rs, dan saya setuju menandatangani surat pernyataan persetujuan operasi saya segera berangkat ke Gambir.

Di taksi sendiri dan istri juga sendiri di kamar operasi, hem...suda tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain aku pasrahkan dan titipkan keselamatan istri dan anak di dalam kekuasaan Engkau Allah Maha Besar karena hanya Engkaulah Keselamatan Allah Ya Salama, hanya lantunan dzikir Allahumma Anta Salam, wa bi hamdika Anta Salam yang tertuang dalam hati ini.

Jam 07.45 pagi, saya sampai di st Gambir (sialan kemana harus menjemput nih, kenapa tadi gak tanya dulu ke istri-bodohnya aku) ini kalau tidak ketemu butuh berapa lama waktu lagi untuk mencari dan menunggu di Gambir sedang istri dan calon anak ku ada di ruang operasi, HP mertua juga esia no surabaya yang gak sempat di GOGO sehingga tidak bisa dihubungi. Ah, ya sudah apa kata Allah saja, saya pasrahkan padamu ya Allah, setelah beli peron masuk dan tanya pada petugas Gumarang sudah masuk belum, katanya belum...ya sudah saya putuskan naik saja ke lanatai dua...eh begitu nyampai lantai dua saya langsung ketemu dengan mertua saya sedang duduk di depan tangga menuju ruang lantai dua, subhanalloh mudah sekali.

Langsung saya ajak mertua naik ke taksi yang saya tumpangi dari awal mulai ambil uang di atm hingga ke rs dan ke gambir (hem Alhamdulillah Rahmad Allah, kok ya ketemu sopir taksi yang mau menunggu dan menstop argo taksinya saat menunggu dan sharing cerita saat awal kelahiran putra pertamanya juga...he..he..he jadi gak seberapa tegang), sesampainya di atas taksi saya ceritakan kepada kedua orang tua istriku kalau saat ini istri sedang ada di ruang operasi cesar, lho kok gak ditungguin, khan saya diminta istri untuk menjemput ibu dan bapak di Gambir, sekarang kita langsung aja dulu meluncur ke rs Puri Cinere.

Jam 09. 45 saya dan mertua sampai di RS Puri Cinere, saya langsung bertemu dengan Pak Ketut dan Istrinya yang berjaga disana sementara saya menjemput mertua, belum ada kabar dari ruang operasi tapi tadi mbak Indah sudah masuk ruang Operasi (kata mbak Diah), saya tanya ke ruang UGD saat awal istri saya masuk tadi pagi petugas disana Cuma bilang kalau istri sudah masuk ruang OKA (operasi kandungan) dan sudah diatangani Cuma untuk tahu sudah selesai atau belum diatidak tahu karena beda divisi yang menanganni, sabar saja Pak, silahkan tungu didepan ruang OKA nanti kalau ada apa-apa pasti bapak akan dipanggil, jam 10.50 belum ada kabar juga akhirnya saya putuskan mengantar Bapak mertua untuk pulag dulu dirumah, lalu saya langsung balik kembali ke rumah sakit naik motor, hem hari yang panas banget padahal tadi pagi hujan deres seperti terguyur dari langit.

Jam 12.30 siang, sudah masuk waktu Dhuhur dan belum ada kabar...bosen juga jenuh menunggu tanpa ada kabar, sementara ibu mertua sudah sangat gelisah (saya suruh makan siang pun tak mau). Ya sudalah mending sholat dhuhur saja dahulu, setealh selesai sholat jam 12.50 ibu mertua menyuruh saya (dengan paniknya) untuk tanya di lantai 4 (empat) satpam UGD yang ditanyai ibu mertua tadi yang memberi saran ya sudah saya naik ke lantai 4, saya merasa bahwa anak saya sudah lama lahirnya Cuma tidak tahu saja letaknya sekarang dimana, setelah tanya dengan satpam wanita yang menjaga lantai 4 diberi informasi bahwa di lantai 4 tidak ada pasien bernama ibu Indah, yang ada ibu Imelda , saya tanyakan lagi bahwa dia pasien rujukan ke puri baru kemudian jelas ada keterangan bahwa ada satu bayi dari pasien rujukan yang ada di lantai 4, wah ya itu anak saya. Satpam itu sempat bertanya bapak siapanya, saya jawab alau saya ini adalah ayah dari bayi tersebut baru kemudian jam 01.00 siang saya dapat bertemu dengan dia (anak ku), hem manis tertidur pulas. Namanya Muhammad Raihan Athaillah.

24 February 2009

Allah Penguasa Hati

Tiada kata dapat terucapkan kembali
diam merupakan suatu percakapan,
Karena Dia telah mengetahui semuanya
apalagi yang harus diungkap
semua do'a tanpa harus dipanjatkan pun sudah diketahui oleh-Nya
apalagi yang harus aku lakukan...semua salah ada di dalam diri hamba
hanya persembahan ketaat'an dalam beribadah kepada Mu jua yang dapat kupersembahkan,
itu pun juga terkadang terasa munafik hati ini karena persembahan kadang tak setulus keinginan
betapa berat mengiklashkan segala kehendak, menyelaraskan keinginan nafsu
kucoba terus melawan tapi tetap kita tidak mungkin bisa
karena ketaat'an pun adalah kehendak anugerah Allah Azza Wa Jalla

13 February 2009

When GOD say No


 

 
 

Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.

Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."

Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.

Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."

Ya Tuhan beri aku kesabaran.

Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan,

kau harus meraihnya sendiri."

Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.

Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri."

Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.

Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."

Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.

Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."

Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.


 


 

Tuhan berkata... "Ahhhh, akhirnya kau mengerti !"


 


 


 

Sumber

Sepoci airputih

"dan memang sungguh sangat seringkali kita berkeluh kesah dalam menghadapi secuil kesulitan hidup ini sambil merasa ha kenapa kok tidak seperti ini saja,....kadang kita menginginkan sesuatu yang menurut kita adalah baik tetapi ternyata tidak menurut Tuhan, dan terkadang kita menganggap sesuatu yang baik telah diberikan oleh Tuhan kepada kita, tapi kita merasa hal itu buruk bagi kita, sungguh semua hawa nafsu sangat membutakan diri kita"

07 February 2009

Gunung Salak Another Memory

WISATA PETUALANGAN KE GUNUNG SALAK


 

  

Bagi masyarakat yang hobi dan suka alam bebas, Gunung salak merupakan salah satu tujuan mereka guna memenuhi kepuasan untuk bagaimana caranya menghargai dan mencintai alam. Gunung Salak mempunyai pemandangan dan pesona alam yang masih asri. Bila Anda ingin mencoba wisata petualangan dengan mendaki Gunung Salak, Anda dapat menggunakan beberapa jalur pendakian, salah satunya melalui Jalur Girijaya dan Jalur Kutajaya (Cimelati). 

Gunung Salak sejak jaman dahulu sudah sering dikunjungi oleh para pejiarah, karena terdapat patung pemujaan di puncak gunung Salak. Selain itu terdapat juga makam Embah Gunung Salak yang sering dikunjungi para pejiarah. Sedangkan di kaki Gunung Salak banyak terdapat tempat-tempat keramat, salah satunya adalah makam keramat dan ada juga pura dengan sebutan Kuil Prabu Siliwangi. 

Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau, karena pada musim penghujan jalur menjadi becek seperti rawa dan licin sekali. Selain itu angin seringkali bertiup kencang. Sebenarnya gunung ini dapat didaki dari beberapa jalur, di antaranya jalur yang umum sering dipakai adalah jalur dari Wana Wisata Cangkuang Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi. Dari Cangkuang ini ada dua jalur yakni jalur lama yang menuju puncak Gunung Salak 1 dan jalur baru yang menuju Kawah Ratu. Jalur yang penuh dengan nuansa mistik untuk berziarah adalah jalur dari Wana Wisata Curug Pilung, Desa Giri Jaya, Kecamatan Cidahu, Desa Kutajaya / Cimelati. 

Di sekitar pintu masuk Wana Wisata ini terdapat tempat-tempat yang nyaman untuk berkemah, juga banyak terdapat warung-warung makanan. Untuk menuju ke Kawah Ratu diperlukan waktu sekitar 3-5 jam perjalanan, sedangkan untuk menuju ke puncak Gunung Salak I diperlukan waktu sekitar 8 jam. 

Dari bumi perkemahan menuju shelter I, jalur awalnya cukup curam, berupa batu-batuan yang ditata rapi. Kemudian akan memasuki kawasan hutan tropis yang lebat dengan pohon-pohon yang besar, sekitar 1/2 jam kemudian Anda akan melewati jalur yang bervariasi, datar, naik dan turun. 

Menuju shelter II, jalur mulai lembab dan basah. Beberapa sungai kecil akan Anda lewati, namun bila musim kemarau sungai ini akan kering. Anda akan menyusuri jalur yang banyak ditumbuhi pohon-pohon pisang, namun jangan berharap menemukan buah pisang yang matang karena daerah ini banyak di huni monyet. Bila hari menjelang sore kita akan menyaksikan monyet-monyet bergelantungan di sarang mereka di sekitar jalur ini. 

Di shelter II ini terdapat tempat yang cukup luas untuk mendirikan tenda, dengan pemandangan hutan tropis yang masih lebat, dan di dekat shelter II ini juga terdapat sungai. Menuju shelter III, Anda akan melewati jalan-jalan yang becek dan berlumpur. Bahkan di beberapa tempat, jalur berupa tanah licin yang curam, namun Anda masih agak tertolong adanya akar-akar pohon. 

Untuk menuju shelter IV jalur semakin curam terutama di musim hujan licin sekali karena berupa tanah merah. Di beberapa tempat Anda akan melewati tempat-tempat becek yang kadang kedalamannya mencapai dengkul kaki. Anda akan melewati dua buah sungai yang jernih airnya, sebaiknya Anda mengambil air bersih disungai tersebut karena di sanalah sumber air bersih terakhir yang bisa dijumpai. 

Shelter IV merupakan persimpangan jalan. Untuk menuju ke Kawah Ratu ambil jalan ke kiri, sedangkan untuk menuju ke puncak Gunung Salak ambil jalur ke kanan. Di shelter IV yang cukup luas ini Anda juga dapat mendirikan tenda. 

Bagaimana, cukup seru bukan? nah buat Anda yang hobi wisata petualangan, tidak ada salahnya jika mencoba mendaki Gunung Salak, selain untuk memuaskan hati, Anda juga bisa merasakan keindahan alam yang tak ternilai harganya.  
(IP)
 
sumber: bogoronline.com

02 February 2009

Imajiner Doa

Heem, sore tadi membuka email dan dapat email ini dari seorang teman, ya daripada capek ngemail satu-satu mending sekalian aku Salin aja isi emailnya di Blog aku ini, well thanks my friend.

Assalamua'alaikum WrWb,

Pelajaran (nasihat) yang bagus untuk kita amalkan, semoga Allah me-Rahmati kita semua... Aamiin...
IMAJINER DOA
oleh: Ratih Sanggarwati
 
Doa yang kupanjatkan ketika aku masih gadis:
"Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang sholeh. Beri aku suami yang dapat kujadikan imam dalam keluargaku."
Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah:
"Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah, agar mereka dapat mendoakanku ketika nanti aku mati dan menjadi salah satu amalanku yang tidak pernah putus."
 Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir :
"Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islami yang baik meskipun mahal, beri aku rizki untuk itu ya Allah...."
Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah mulai sekolah:
"Ya Allah...... jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda."
Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah beranjak remaja:
"Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yg  mengkhawatirkanku.
Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibarat buah yang sedang ranum."
Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku menjadi dewasa:
"Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh yang sholeh pada mereka,yang bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluarga kami."
Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah:
"Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu & anak ini, aku takut kehilangan perhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia akan ikut suaminya."
Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan:
"Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat. Aku inginkan nama pemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan teritoria wibawaku sebagai ibu dari ibunya cucuku."
Ketika kupanjatkan doa-doa itu, aku membayangkan Allah tersenyum dan berkata...... .
"Engkau ingin suami yang baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baik dan sholehah?

"Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau jadi makmum yang baik?"
 "Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan pada suamimu. Jangan egois begitu....... .. masak engkau ingin anak yang sholehah hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu. ...tentu mereka menjadi sholehah utama karena-Ku, karena aturan yang mereka ikuti haruslah aturan-Ku."
"Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam, karena apa?...... prestige? ......... atau....mode? ....atau engkau tidak mau direpotkan dengan mendidik Islam padanya? engkau juga harus belajar, engkau juga harus bermoral Islami, engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha mengkhatamkannya. "
"Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya dengan mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat? Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatan umat-Ku."
"Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu, seolah engkau tidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku. Percayalah kalau anakmu adalah anak yang sholihah maka yang sepadanlah yang dia akan dapatkan."
"Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu. Aku yang memiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan kehendaknya. Aku tetap mencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku, bahkan ketika dia melupakan-Ku. Aku tetap mencintainya. .. "
"Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah dari anakmu, berilah kebebasan untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadi amanahnya."
Lantas...... aku malu....... dengan imajinasi do'a-ku sendiri....

Aku malu akan tuntutanku kepada-NYA.. .....
 Maafkan aku ya Allah......    
   
 Assalamu'alaikum. . ..

 Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini:
 "Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah".
 
"Tekan 1 untuk 'meminta'.
 Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'.
 Tekan 3 untuk 'mengeluh'.
 Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'."
 Atau....
Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini:

"Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain.
Tetaplah sabar menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."
Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti ini:
"Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat,
Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail,
Tekan 2. Dengan malaikat lainnya,
Tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,
Tekan 4. "Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga & neraka, silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini!!"
Atau bisa juga Anda mendengar ini :
 
"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini. Silakan mencoba kembali esok hari."
atau...
"Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari
Senin setelah pukul 9 pagi."
Alhamdulillah. .... Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelpon-Nya setiap saat!!!
anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Dia mendengar Anda. Karena bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk.
Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.
Ketika Anda memanggil-Nya, gunakan nomor utama ini: 24434
2 : shalat Subuh
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya
 
Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyak kemashlahatannya, gunakan nomor ini : 28443483

2 : shalat Subuh
8 : Shalat Dhuha
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya
8 : Shalat Lail (tahajjud atau lainnya)
3 : Shalat Witir
Info selengkapnya ada di Buku Telepon berjudul "Al Qur'anul Karim & Hadist Rasul"
langsung hubungi, tanpa Operator tanpa Perantara, tanpa dipungut biaya.
 Nomor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak  terbatas dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun !!!
Sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekeliling kita.  Mana tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya Sabda Rasulullah S.A.W :

"Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih laut"
7 Kalimah ALLAH:
1. Mengucap "Bismillah" pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
2. Mengucap " Alhamdulillah" pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
3. Mengucap "Astaghfirullah" jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.
4. Mengucap " Insya-Allah" jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
5. Mengucap "La haula wala kuwwata illa billah" jika menghadapi sesuatu tak disukai  dan tak diingini.
6. M engucap "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun" jika menghadapi dan menerima musibah.
7. Mengucap "La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah " sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya...

Dari tafsir Hanafi,
mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat. .... mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu... mudah-mudahan jadi bisa, karena sudah biasa.
Sekarang anda mempunyai 2 pilihan :
1.. Biarkan E-mail ini tetap dalam mailbox anda.
2. Forward E-mail ini ke sejumlah orang yang anda kenal dan Insya-Allah ridha Allah akan dianugerahkan kepada setiap orang yang Anda kirim.

31 January 2009

Hangatnya Surya

Tau gak kalo matahari kadang begitu lembut sinar nya...membelai mesra...membelah ujung hati...melihat batas horison antara lautan dan langit yang luas membentang seolah tanpa ada batas...dan dia jatuh dalam satu titik kulminasi..seolah berpadu menjadi satu,dan sinar sang surya memberi kesan kehangatan suasana...

25 January 2009

Oh my sweet pride


He..he..he, emang cantik dan mempesona juga sich lama-lama melihat dia. Ehm, seperti gadis belia aja. Garis merah nya tegas dan seksi. Ha..ha..ha

24 January 2009

You Still Have Hope


 

If you can look at the sunset and smile, then you still have hope.

If you can find beauty in the colors of a small flower, then you still have hope.

If you can find pleasure in the movement of a butterfly, then you still have hope.

If the smile of a child can still warm your heart, then you still have hope.


 

If you can see the good in other people, then you still have hope.

If the rain breaking on a rooftop can still lull you to sleep, then you still have hope.

If the sight of a rainbow still makes you stop and stare in wonder, then you still have hope.

If the soft fur of a favored pet still feels pleasant under your fingertips, then you still have hope.


 

If you meet new people with a trace of excitement and optimism, then you still have hope.

If you give people the benefit of a doubt, then you still have hope.

If you still offer your hand in friendship to others that have touched your life, then you still have hope.

If receiving an unexpected card or letter still brings a pleasant surprise, then you still have hope.


 

If the suffering of others still fills you with pain and frustration, then you still have hope.

If you refuse to let a friendship die, or accept that it must end, then you still have hope.

If you look forward to a time or place of quiet and reflection, then you still have hope.

If you still watch love stories or want the endings to be happy, then you still have hope.


 

If you can look to the past and smile, then you still have hope.

If, when faced with the bad, when told everything is futile, you can still look up and end the conversation with the phrase... "yeah...BUT.." then you still have hope.


 

Sumber : sepoci air putih.com

22 January 2009

Yang Salah Bukan Masalah


 

Yang salah bukan masalah, itulah yang dikatakan oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa' Gym) dalam ceramah di pengajian Kantor kemaren, tapi yang salah adalah sikap kita dalam menghadapi permasalhan yang tengah terjadi di hadapan diri kita, sebenarnya berbahagialah orang-orang yang banyak dilanda masalah (dan mampu untuk menghadapinya-pen) karena dengan masalah tersebut maka nilai ketangguhan diri manuasia akan benar-benar terangkat dan teruji secara real. Tidak perlu sedih dan berputus asa dalam menghadapi permasalahan, namun kita harus berani menghadapinya dengan penuh kesabaran, memang tidak mudah untuk mempraktekannya tetapi ada beberapa kiat yang bila dijalani Insya Allah akan membantu bersabar dalam menyelesaikan masalah yang tengah kita hadapi, kiat tersebut adalah :

  1. Siap, artinya kita harus selalu dalam situasi siap setiap saat untuk bertemu dengan masalah, intinya adalah jangan membuang-buang waktu dan kesempatan yang ada , yang kita miliki saat ini dalam mengerjakan suatu pekerjaan dan atau apapun itu.
  2. Ridho, artinya ya pasrah dan iklash menerima segala ketentuan yang telah Allah berikan pada diri kita.
  3. Permudah jangan dibikin susah, artinya adalah sikap pandang kita dalam memandang suatu permasalahan diusahakan sedemikian sederhana sehingga permasalahan yang kecil tidak akan menjadi besar karena salah sikap pandang.
  4. Evaluasi diri, mengkoreksi diri sendiri karena sebab apakah permasalahan ini bias mterjadi menimpa diri kita.
  5. Taubat Nashuha, taubat dengan sebenarnya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama atas kesalahan yang pernah kita lakukan sehingga permasalahan bias sampai terjadi pada diri kita.

18 January 2009

Paradoks Hidup

Paradoks Hidup

Paradoks sejarah waktu kita yaitu dimana kita punya gedung-gedung yang lebih tinggi tapi punya watak yang pendek; punya lebih lebar jalan-jalan tapi berpandangan sempit.

Kita menghabiskan banyak waktu, tapi hanya mendapatkan sedikit; kita membeli lebih banyak tapi menikmati lebih sedikit. Kita memiliki rumah yang lebih besar tapi dengan keluarga yang "kecil"; lebih banyak kesempatan tapi lebih sedikit waktu; kita punya lebih banyak parameter tapi sedikit perasaan; lebih banyak ilmu tapi sedikit pertimbangan; lebih banyak ahli tapi lebih banyak masalah; lebih banyak obat tapi sedikit kesehatan.

Kita minum berlebihan, merokok berlebihan, menghabiskan banyak kesembronoan, terlalu sedikit tertawa, mengemudi terlalu cepat, lebih cepat marah, bangun lebih telat, sangat sedikit membaca, terlalu banyak nonton TV, dan berdoa terlalu sedikit. Kita punya banyak barang milik pribadi tapi kita kehilangan nilai-nilai.

Kita berbicara terlalu banyak, sedikit cinta, dan terlalu sering membenci.

Kita telah belajar bagaimana caranya hidup, tapi tidak hidup. Kita telah melewati umur untuk hidup, bukannya hidup melewati umur. Kita semua telah berada pada jalan ke bulan dan kembali, tapi punya masalah untuk menyebrang jalan menemui tetangga baru.

Kita terus mencoba mengekpslorasi ruang angkasa, tapi melupakan bumi, merusak bumi. Kita telah melakukan sesuatu yang besar, tapi tidak yang lebih baik.

Kita telah membersihkan udara tapi tetap membuat polusi pada jiwa. Kita telah memisahkan atom tapi tidak memisahkan prasangka. Kita menulis lebih banyak, tapi belajar lebih sedikit.

Kita banyak merencanakan, tapi sedikit menyelesaikan. Kita telah belajar dari kesibukan, tapi tidak belajar untuk menunggu. Kita membuat banyak komputer untuk menghimpun dan memperbanyak informasi tapi kita kehilangan komunikasi.

Terlalu banyak makanan 'fast food' tapi pencernaan tetap saja lambat; lebih banyak orang besar tapi berkarakter kecil; banyak keuntungan tapi dangkal hubungan.

Lebih sering terdengar perdamaian dunia tapi juga semakin banyak perang domestik, banyak waktu terluang tapi sedikit kebahagian; lebih banyak macam makanan tapi lebih sedikit nutrisi.

Lebih banyak keluarga dengan dua pendapatan tapi lebih banyak perceraian; lebih banyak rumah keren tapi banyak yang 'broken home'; lebih banyak cara cepat tapi banyak juga popok dibuang, dibuangnya moralitas, kelebihan berat bandan, dan pil- pil yang menenangkan tapi juga membunuh.

Inilah waktu dimana begitu banyak barang terlihat di jendela tapi tak ada dalam stok, Waktu dimana teknologi dapat membawa tulisan ini kepada kita dan waktu dimana kita dapat memilih untuk menyebarkan ini atau menghapusnya.

ini membuktikan kita terlalu sulit untuk bersikap adil. berfikir keras untuk memecahkan satu hal tapi melupakan hal yang lain

sumber: Sejagat.com

11 January 2009

Bersama Diri Mu

Ya Robbi, Engkaulah sebaik-baiknya pemberi, curahkanlah Rahmat dan karuniamu pada kami hambaMu. Kami tidak bisa menolak atas semua kehendakmu, atas misteri takdir yang menyelimuti kehidupan kami manusia. Hanya Engkaulah sebaik-baiknya gantungan harapan, karuniakanlah pada kami harapan terbaik yang kan dapat terwujud untuk kebaikan kami. Jangan biarkan kamì tunduk terlena mengharap akan bantuan mahkluk Mu yang lain yang lemah.