Setiap hari baru adalah kesempatan untuk berjuta amalan baru, amal bukan saja hanya dengan harta yang kita miliki, tapi bisa juga dengan senyuman, dengan tenaga, dan bisa juga dengan ilmu anda yang anda punyai. Tidak akan miskin kalau kita beramal, malah Allah swt akan menganti apa yang kita amalkan dengan ganjaran lebih besar nilainya dari yang kita keluarkan, maka saya jadikan coretan-coretan ini sebagai amal jariyah saya, semoga Allah memelihara hati ini.
31 December 2008
A memory at 3'rd December 2008

Roker sejati selalu berani gambling, ambil resiko untuk naik kereta alternatif tatkala dihadapkan keputusan sulit karena tertinggal kereta, dan saat itu 3 Desember lalu kami ambil keputusan sulit itu seraya berharap keputusan kami tepat. Hem, rupanya nasib tak berpihak pada kami, dan akhirnya ya menikmati magriban dan sholat isya' di bojong gede, sembari makan tahu goreng karena kelaparan.
30 December 2008
A moment to reflect
disisi yang lain banyak orang-orang islam (mengakunya) lebih aware akan tahun baru masehi yang akan diperingati esok hari (31 Desember 2008), dan lebih anehnya semua sontak gembira memperingatinya dengan kegembiraan yang melupakan segalanya, naudzubillah. Petasan, musik dan hiburan bergaung dan bergema diseantero negeri...dan sangat jarang yang merayakan nya dengan sebuah laku prihatin (halah)-meminjam sebuah kosa kata dalam aliran kejawen.
Bila kita mau jujur, sebuah hari terakhir dalam hitungan waktu, sebenarnya adalah sebuah awal dan sebuah akhir dari sesuatu, sebuah awal dari lembaran baru tahun yang akan datang dan sebuah akhir satu tahun catatan kita dalam waktu yang telah kita lalui, bertambahnya waktu dengan bergantinya tahun berarti pula bertambah berkurangnya jatah umur kita didunia ini, dan sudah sepantasnya kalau dengan pergantian tahun itu adalah menjadi sebuah moment untuk kita berefleksi-bercermin tentang apa saja yang telah kita capai dan telah kita perbuat dimasa lalu, ingat sebenarnya kehidupan yang asli adalah di akhirat kelak.
hitunglah sebelum dirimu dihitung...itulah salah satu sabda Rosulluloh Muhammad SAW.
Refleksi...ya..sebuah perenungan saat itulah yang kita sebut sebagai sebuah pengalaman adalah guru terbaik untuk kita. Kalau dalam kehidupan ini kita tidak pernah mengambil sikap refleksi pada masa lalu yang usai kita lewati, bagaimana kita bisa menjadi bijak untuk menapak masa depan.
Memang benar, belum tentu juga esok hari kita masih bisa melihat matahari lagi, umur manusia kita tidak pernah tahu...apakah esok juga kita masih akan duduk enak dan nyaman dengan jabatan kita yang ada saat ini didunia ini, kita juga tidak pernah tahu. Sudahkah kita siapkan bekal untuk kehidupan akhirat kelak?
26 December 2008
20 December 2008
Yang ada saat ini adalah hari ini

Apa yang membuat manusia begitu berharga, ehm karena kita manusia is immortal, manusia tidaklah kekal...manusia memiliki gubahan masa lalu yang sering kali kita sebut sebagai sejarah...a history, people said history is the best teacher we have.
tapi sebaik-baiknya guru, sebuah masa lalu tetaplah masa lalu, kita seharusnya tidak boleh terkukung oleh masa lalu, baik itu romantisme sejarah ataupun getirnya hidup kita dimasa lalu, masa lalu boleh menjadi guru namun tuk sekedar mengingatkan kita agar kita tak mudah terperosok jatuh didalam lubang yang sama, saat matahari hari ini telah tenggelam maka dan berganti bulan dan bintang maka hari ini telah terlewati setengahnya dan saat esok pagi mentari esok kembali menyapa maka hari telah sepenuhnya berganti, tak kan mungkin lagi kita meneteskan air mata kemaren, tak kan mungkin lagi kita lewati tawa canda yang sama bersama teman-teman kita seperti yang kemaren, hari kemarin telah usai, hujan yang jatuh kebumi tak tecegah lagi, yang ada sekarang adalah hari ini.
Esok...ya..esok hari juga kan ada, tapi apakah kita pasti tahu dan berani menjamin kalau esok hari kita masih akan melihat kembali senyuman manis kekasih hati kita ?, tahukah kita kalau esok kita masih akan bisa memeluk orang-orang yang kita sayangi? untuk menghadapi persiapan esok pun, terkadang kita berpikir seribu juta pikiran yang sangat njelimet (sangat rumit) penuh dengan teori-teori antisipasi keadaan esok hari dan yang akhirnya terkadang malah membuat kita terkukung pada keadaan yang statis. maju tidak, mundur tak bisa.
ah..manusia padahal yang ada hari ini begitu indah begitu mudah dan begitu simple, tapi terkadang manusia tidak memperhatikannya. hari ini coba perhatikan hari ini, saat bunga-bunga mekar ditaman mu, saat kokok ayam jantan mebangunkanmu dipagi hari, saat embun pagi masih menempel didedaunan pagi, hem...semua keindahan kehidupan dan lakon cerita ini telah tersaji begitu indah dan begiru rapi, memang terkadang kita tidak bisa memahaminya saja. hari ini syukuri dahulu hari ini.
dan keajaiban itu terjadi....

Alhamdullilah, segala puji bagi Allah yang telah meyempurnakan nikmat kepada hamba Nya....akhirnya dengan segala keberanian terhimpun dan memohon kebaikan dan kedermawanan teman-teman, akhirnya pak Agus (temen yang suka jualan kue keliling) dapat kembali tinggal di rumah petaknya lagi, setelah sempat tidur mengungsi beberapa hari dimasjid, dia dan keluarganya sekarang dapat kembali menikmati hangatnya rumah tinggal, dan sekarang dia membuka warung kopi, rokok, minyak tanah dan jajanan kecil buat lingkungan sekitarnya, ya semoga bantuan yang tak seberapa ini dapat mengangkat derajatnya dari sekedar penerima zakat dan shodaqoh menjadi ahli pembagi zakat dikemudian hari kelak, dan semoga rekan-rekan satu kantor dan yang tidak sekantor yang ikut peduli semoga Allah Azza wa Jalla memberikan perniaga'an yang tiada bandingannya di dunia ini dan bantuannya kelak di akhirat nanti, dan biarkan waktu terus berlalu sehingga aku lupa apa yang telah akau lakukan ini. biarkan angin meniup goresan yang aku goreskan di atas pasirm sehingga hanya aku dan Dia saja yang tahu.
04 December 2008
Insan Kamil
Hari yang Aneh
Ketinggalan Kereta
Rabu sore hari tanggal 03 Desember 2008 merupakan sebagian besar hari yang naas dan menyakitkan bagi penumpang KRL depok express jam 17.19, termasuk diantaranya adalah kami.
Jam 17.00 setelah absen sore "verifikasi sukses" biasa para Roker (rombingan kereta Depok dan Bogor langsung lari meluncur ke loby untuk mencari ojek ataupun bajaj, kebiasaan KRL express sore hari selalu terlambat, ya aku, Pak Bambang dan mas Riza jalan nyantai aja naik bajaj setelah menyebrang rel kereta kemayoran, eh ternyata di belakang menyusul ketua rombongan Kenthir I (mr. GS) akhirnya kami ber empat naik dua bajaj, dan dua-dua nya bajaj nya bener-bener sudah waktunya untuk dijadikan rumpon ikan dilaut aja kali ?, bener-bener gak bias lari. Sudah dapat bajaj yang gak bias lari eh tertahan lampu merah Golden agak lama lagi, sudah begitu gak seperti biasanya ternyata rute jalur gangn kelinci maceeetttt total, aduh ampun deh.
Jam 17.16 kami ber empat sampai di st. juanda, langsung aja lari naik tangga antri karcis kereta, kami beli karcis depok di papan pengumuman masih terlihat depok 17.19 bukan 18.00, bos GS antri tiket depok, aku bertanya pada salah seorang penjaga pintu peron, depok masih dikota, ya piker aku masih aman meski Bojong Gede sudah lewat, akhirnya kami naik tangga ke peron atas ternyata ditangga peron saja sudah ada gonjang-ganjing bahwa depok sudah lewat dari tadi (lho Kok…) akhirnya belum percaya kami naik keatas peron dan, eng..ing..eng ternyata peron atas sudah sepi orang-orang yang biasa naik Depok….meski juga masih ada penumpang yang kecewa seperti kami ketinggalan kereta….wah, ternyata disisi seberang banyak penumpang depok yang menyeberang nunggu Depok jam 18.00.
Kami berunding mau naik apa, Bos GS dan Pak BG setuju naik pakuwon saja meski turun di Bojong Gede, sedang aku sama sekali gak setuju ide itu aku mau naik ekonomi ac saja atau sekalian Depok jam 18.00 bisa magriban dulu di juanda atau di Gondangdia kalau mau sepaham dengan teman pak GS, ternyata mereka berdua tetep setuju naik Pakuwon saja katanya lebih cepet, dan akhirnya kami bertiga naik Pakuwon nekat turun di Bojong Gede dengan harapan masih bias ngejar kereta balik ke depok cepat dan bias magriban di depok saja.
Kereta berjalan dan ternyata tak semnis harapan kami, kereta ternyata terhambat dengan kereta ekonomi didepannya, halah kereta berjalan melambat sampai st. Pasar Minggu, selepas Pasar Minggu kereta berjalan agak cepat tapi begitu mau masuk Lenteng Agung kereta melambat kembali karena didepan masih ada ekonomi, hayahhhhh hancuuur semua……
Turun di Bojong Gede sudah jam 18.35 halah sholat magrib sudah mepet ke Isya' , akhirnya setelah keluar dari Mushola Jam 18.50 kami balik lagi ke st. Bojong Gede, hem perut sudah keroncongan laper, nunggu kereta balik gak ada yang lewat-lewat, akhirnya beli tahu goring di Bojong, makan tahu di peron tengah.
Ya cukup sekali aku merana ketinggalan kereta, halh rumah di Depok kok nyasarnya ke Bojong ?
03 December 2008
Anak Kecil dan Piano
Saya yakin salah satu diantara kita semua pernah membaca kisah seorang anak kecil dan piano, sebuah kisah yang terjadi di rusia
Kalaupun belum pernah membacanya, saya kutipan kisahnya dari sumber di Internet :
ANAK KECIL DAN PIANO
ANAK KECIL DAN PIANO Kisah ini terjadi di Rusia
Seorang ayah,yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun,memasukan putranya tersebut kesekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal. Selang beberapa waktu kemudian,di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal.
Karena ketenarannya,dalam waktu yang sangat singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya. Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser mulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada disampingnya.
Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak bisa betah duduk diam terlalu lama, tanpa pengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.
Ketika lampu gedung mulai di redupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada disampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa rasa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, Twinkle2 Little Star.
Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba2 lebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke arah panggung. Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan seorang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis juga terkejut, bergegas naik keatas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah,ia tersenyum dan berkata " Teruslah bermain", dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya.
Sang pianis lalu duduk, disamping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut. Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah,karangan bunga dilemparkan ketengah panggung. Sang anak jadi GR, pikirnya" Gila, baru belajar sebulan saja sudah hebat!". Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.
Teman2, apa implikasinya dalam hidup kita???
Seringkali kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan2 besar yang telah kita lakukan, tapi kita lupa...bahwa semua itu terjadi karena TUHAN ada disamping kita.
Kita adalah anak kecil tadi,tanpa ada TUHAN disamping kita,KITA ADALAH SIA-SIA. Tapi apabila TUHAN ada disamping kita....sesederhana apapun yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita. Semoga saja kita tidak pernah lupa bahwa ada TUHAN disamping kita
(sumber: hobibaca.com)
Setelah membaca kisah anak kecil dan piano tersebut diatas saya jadi ingat akan salah satu ayat di Al Qur'an
Bahwa Allah lah segala sumber cahaya dimuka bumi ini, cahaya semesta, dan manusia adalah sebagian dari cahaya Nya
Cahaya diatas Cahaya
02 December 2008
01 December 2008
Apakah selalu kemiskinan menjadi alasan ?
Amanah anak ku
Ayah dan Ibu, tolong aku….
1. Tanganku kecil, tolong jangan menilai terlalu sempurna saat aku sedang membereskan tempat tidurku, menggambar atau melempar bola. Kakiku masih pendek, tolong jangan terlalu cepat kalau berjalan agar aku dapat berjalan bersama Bunda dan Ayah
2. Mataku tidak seperti Bunda dan Ayah. Aku belum melihat semua hal di dunia ini, beri aku kesempatan untuk dapat menjelajahi dunia dengan aman dan jangan larang aku kalau tidak perlu sekali.
3. Aku tahu ada banyak pekerjaan di rumah dan di kantor yang harus Bunda dan Ayah kerjakan. Aku tidak akan lama menjadi anak kecil, tolong beri aku waktu dan perhatian untuk menjelaskan tentang dunia yang indah dan lakukanlah sepenuh hati
4. Perasaanku lembut. Perlakukanlah aku sebagaimana Bunda dan Ayah ingin diperlakukan oleh orang lain. Jangan marah padaku sepanjang hari. Aku ingin Bunda dan Ayah sensitif dengan kebutuhanku
5. Aku adalah hadiah dari Allah SWT untuk Bunda dan Ayah. Perlakukanlah aku sesuai kehendak Allah SWT. Arahkan, bimbing dan siapkanlah diriku untuk dapat menghadapi masa depanku yang tidak sama dengan zaman Bunda dan Ayah. Berilah aku aturan, penghargaan dan konsekuensi (bukan hukuman yang tanpa penjelasan yang membuat aku dendam) atas perbuatanku yang salah sehingga aku mengerti mana yang benar dan salah
6. Aku membutuhkan dukungan dan dorongan Bunda serta Ayah untuk tumbuh dan berkembang optimal, bukan hanya kritikan. Bunda dan Ayah dapat mengkritik perbuatanku tanpa harus membenci aku
7. Beri aku kesempatan berlatih mengambil keputusan untuk diriku sendiri. Ijinkan aku untuk mengalami kegagalan atau berbuat kesalahan sehingga aku dapat belajar dari hal itu. Bantu aku untuk mengatasi kegagalan dan memperbaiki kesalahan sehingga di masa depan aku sudah siap mengambil keputusan yang tepat untuk hidupku
8. Jangan lakukan semuanya untukku karena aku akan merasa bahwa apa yang aku lakukan tidak memenuhi standar atau harapan Bunda dan Ayah. Tolong jangan bandingkan aku dengan anak lain atau dengan saudara kandungku. Aku tahu ini memang berat bagi Bunda dan Ayah
9. Jangan takut meninggalkan aku jika memang Bunda dan Ayah perlu pergi berdua. Anak-anak juga butuh liburan tanpa Bunda dan Ayah, sama seperti Bunda dan Ayah yang membutuhkan liburan tanpa anak-anaknya
10.
Bawalah aku ke masjid secara rutin, berikanlah aku contoh bagaimana menjadi muslim yang baik. Aku ingin tahu lebih banyak tentang Allah SWT dan Rasul-Nya.







