01 December 2008

Apakah selalu kemiskinan menjadi alasan ?

Tadi pagi aku bertemu dengan seorang kawan, aku mengenal sosok dia sebagai seorang yang sabar dan tahu sedikit banyak tentang agama (at least it's my hope) sosok nya sederhana, karena memang dalam faktor ekonomi teman saya ini tidak seberuntung kita tapi setahu saya dia jarang untuk meminta-minta pada setiap orang yang dikenalnya, Salah satu sifat karakter yang aku suka. Dia berusaha menghidupi keluarganya dengan berjualan kue setiap pagi. Alhamdulilah, meski cukup tidak cukup dia terus berusaha untuk berdagang. Aku teringat salah satu hadits nabi saw. Bahwa fakir itu sangat dekat dengan kekafiran, ah inilah yang aku takutkan terjadi pada temanku ini. Mungkin juga karena salah satu kekurangan fisiknya (matanya yang kuran sempurna) sehingga dia susah dapat pekerjaan yang layak. Dengan penghasilan berdagang kue yang tak seberapa dan tak menentu membuat dia akhir-akhir ini berputus asa, anak-anak nya mau dia suruh berhenti sekolah, karena bingung juga dan bodoh, istrinya meminta izin ke dia untuk boleh jadi pekerja malam, memang tidak jelas apa yg dimaksud tapi kemungkinan besar adalah menjadi psk, naudzubillah. Ah,aku hanya bisa memberinya himbauan untuk tidak berputus asa, biarkan anak-anaknya terus sekolah, dan jangan biarkan istrimu jadi psk. Malah yang sangat menyesakan dada, dia putus asa bahwa kelak anak-anak nya juga hanya akan sama menjadi sosok psk saja.

No comments:

Post a Comment