Setiap hari baru adalah kesempatan untuk berjuta amalan baru, amal bukan saja hanya dengan harta yang kita miliki, tapi bisa juga dengan senyuman, dengan tenaga, dan bisa juga dengan ilmu anda yang anda punyai. Tidak akan miskin kalau kita beramal, malah Allah swt akan menganti apa yang kita amalkan dengan ganjaran lebih besar nilainya dari yang kita keluarkan, maka saya jadikan coretan-coretan ini sebagai amal jariyah saya, semoga Allah memelihara hati ini.
31 January 2009
Hangatnya Surya
25 January 2009
24 January 2009
You Still Have Hope
If you can look at the sunset and smile, then you still have hope.
If you can find beauty in the colors of a small flower, then you still have hope.
If you can find pleasure in the movement of a butterfly, then you still have hope.
If the smile of a child can still warm your heart, then you still have hope.
If you can see the good in other people, then you still have hope.
If the rain breaking on a rooftop can still lull you to sleep, then you still have hope.
If the sight of a rainbow still makes you stop and stare in wonder, then you still have hope.
If the soft fur of a favored pet still feels pleasant under your fingertips, then you still have hope.
If you meet new people with a trace of excitement and optimism, then you still have hope.
If you give people the benefit of a doubt, then you still have hope.
If you still offer your hand in friendship to others that have touched your life, then you still have hope.
If receiving an unexpected card or letter still brings a pleasant surprise, then you still have hope.
If the suffering of others still fills you with pain and frustration, then you still have hope.
If you refuse to let a friendship die, or accept that it must end, then you still have hope.
If you look forward to a time or place of quiet and reflection, then you still have hope.
If you still watch love stories or want the endings to be happy, then you still have hope.
If you can look to the past and smile, then you still have hope.
If, when faced with the bad, when told everything is futile, you can still look up and end the conversation with the phrase... "yeah...BUT.." then you still have hope.
Sumber : sepoci air putih.com
22 January 2009
Yang Salah Bukan Masalah
Yang salah bukan masalah, itulah yang dikatakan oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa' Gym) dalam ceramah di pengajian Kantor kemaren, tapi yang salah adalah sikap kita dalam menghadapi permasalhan yang tengah terjadi di hadapan diri kita, sebenarnya berbahagialah orang-orang yang banyak dilanda masalah (dan mampu untuk menghadapinya-pen) karena dengan masalah tersebut maka nilai ketangguhan diri manuasia akan benar-benar terangkat dan teruji secara real. Tidak perlu sedih dan berputus asa dalam menghadapi permasalahan, namun kita harus berani menghadapinya dengan penuh kesabaran, memang tidak mudah untuk mempraktekannya tetapi ada beberapa kiat yang bila dijalani Insya Allah akan membantu bersabar dalam menyelesaikan masalah yang tengah kita hadapi, kiat tersebut adalah :
- Siap, artinya kita harus selalu dalam situasi siap setiap saat untuk bertemu dengan masalah, intinya adalah jangan membuang-buang waktu dan kesempatan yang ada , yang kita miliki saat ini dalam mengerjakan suatu pekerjaan dan atau apapun itu.
- Ridho, artinya ya pasrah dan iklash menerima segala ketentuan yang telah Allah berikan pada diri kita.
- Permudah jangan dibikin susah, artinya adalah sikap pandang kita dalam memandang suatu permasalahan diusahakan sedemikian sederhana sehingga permasalahan yang kecil tidak akan menjadi besar karena salah sikap pandang.
- Evaluasi diri, mengkoreksi diri sendiri karena sebab apakah permasalahan ini bias mterjadi menimpa diri kita.
- Taubat Nashuha, taubat dengan sebenarnya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama atas kesalahan yang pernah kita lakukan sehingga permasalahan bias sampai terjadi pada diri kita.
18 January 2009
Paradoks Hidup
Paradoks Hidup
Paradoks sejarah waktu kita yaitu dimana kita punya gedung-gedung yang lebih tinggi tapi punya watak yang pendek; punya lebih lebar jalan-jalan tapi berpandangan sempit.
Kita menghabiskan banyak waktu, tapi hanya mendapatkan sedikit; kita membeli lebih banyak tapi menikmati lebih sedikit. Kita memiliki rumah yang lebih besar tapi dengan keluarga yang "kecil"; lebih banyak kesempatan tapi lebih sedikit waktu; kita punya lebih banyak parameter tapi sedikit perasaan; lebih banyak ilmu tapi sedikit pertimbangan; lebih banyak ahli tapi lebih banyak masalah; lebih banyak obat tapi sedikit kesehatan.
Kita minum berlebihan, merokok berlebihan, menghabiskan banyak kesembronoan, terlalu sedikit tertawa, mengemudi terlalu cepat, lebih cepat marah, bangun lebih telat, sangat sedikit membaca, terlalu banyak nonton TV, dan berdoa terlalu sedikit. Kita punya banyak barang milik pribadi tapi kita kehilangan nilai-nilai.
Kita berbicara terlalu banyak, sedikit cinta, dan terlalu sering membenci.
Kita telah belajar bagaimana caranya hidup, tapi tidak hidup. Kita telah melewati umur untuk hidup, bukannya hidup melewati umur. Kita semua telah berada pada jalan ke bulan dan kembali, tapi punya masalah untuk menyebrang jalan menemui tetangga baru.
Kita terus mencoba mengekpslorasi ruang angkasa, tapi melupakan bumi, merusak bumi. Kita telah melakukan sesuatu yang besar, tapi tidak yang lebih baik.
Kita telah membersihkan udara tapi tetap membuat polusi pada jiwa. Kita telah memisahkan atom tapi tidak memisahkan prasangka. Kita menulis lebih banyak, tapi belajar lebih sedikit.
Kita banyak merencanakan, tapi sedikit menyelesaikan. Kita telah belajar dari kesibukan, tapi tidak belajar untuk menunggu. Kita membuat banyak komputer untuk menghimpun dan memperbanyak informasi tapi kita kehilangan komunikasi.
Terlalu banyak makanan 'fast food' tapi pencernaan tetap saja lambat; lebih banyak orang besar tapi berkarakter kecil; banyak keuntungan tapi dangkal hubungan.
Lebih sering terdengar perdamaian dunia tapi juga semakin banyak perang domestik, banyak waktu terluang tapi sedikit kebahagian; lebih banyak macam makanan tapi lebih sedikit nutrisi.
Lebih banyak keluarga dengan dua pendapatan tapi lebih banyak perceraian; lebih banyak rumah keren tapi banyak yang 'broken home'; lebih banyak cara cepat tapi banyak juga popok dibuang, dibuangnya moralitas, kelebihan berat bandan, dan pil- pil yang menenangkan tapi juga membunuh.
Inilah waktu dimana begitu banyak barang terlihat di jendela tapi tak ada dalam stok, Waktu dimana teknologi dapat membawa tulisan ini kepada kita dan waktu dimana kita dapat memilih untuk menyebarkan ini atau menghapusnya.
ini membuktikan kita terlalu sulit untuk bersikap adil. berfikir keras untuk memecahkan satu hal tapi melupakan hal yang lain
sumber: Sejagat.com
