30 December 2008

A moment to reflect

Senin, tanggal 29 Desember 2008 (atau dalam kalender islam 01 Muharram 1430 H) adalah hari pergantian tahun dalam kalender islam, memang aneh kaum muslimin pun jarang yang menyadari kalau kemaren itu juga tahun baru...malah yang lebih sadar (aware) adalah kaum jawa (kejawen) yang mengenal malam tersebut sebagai malam 1 suro, yaitu malam ritual penyucian benda-benda keramat, segala Bid'ah dalam agama islam ini muncul dihari itu, heem...sungguh berat menyedihkan untuk tahu dan sadar bahwa keadaan malam tahun baru Hijriah menjadi seperti itu di Indonesia.
disisi yang lain banyak orang-orang islam (mengakunya) lebih aware akan tahun baru masehi yang akan diperingati esok hari (31 Desember 2008), dan lebih anehnya semua sontak gembira memperingatinya dengan kegembiraan yang melupakan segalanya, naudzubillah. Petasan, musik dan hiburan bergaung dan bergema diseantero negeri...dan sangat jarang yang merayakan nya dengan sebuah laku prihatin (halah)-meminjam sebuah kosa kata dalam aliran kejawen.
Bila kita mau jujur, sebuah hari terakhir dalam hitungan waktu, sebenarnya adalah sebuah awal dan sebuah akhir dari sesuatu, sebuah awal dari lembaran baru tahun yang akan datang dan sebuah akhir satu tahun catatan kita dalam waktu yang telah kita lalui, bertambahnya waktu dengan bergantinya tahun berarti pula bertambah berkurangnya jatah umur kita didunia ini, dan sudah sepantasnya kalau dengan pergantian tahun itu adalah menjadi sebuah moment untuk kita berefleksi-bercermin tentang apa saja yang telah kita capai dan telah kita perbuat dimasa lalu, ingat sebenarnya kehidupan yang asli adalah di akhirat kelak.
hitunglah sebelum dirimu dihitung...itulah salah satu sabda Rosulluloh Muhammad SAW.
Refleksi...ya..sebuah perenungan saat itulah yang kita sebut sebagai sebuah pengalaman adalah guru terbaik untuk kita. Kalau dalam kehidupan ini kita tidak pernah mengambil sikap refleksi pada masa lalu yang usai kita lewati, bagaimana kita bisa menjadi bijak untuk menapak masa depan.
Memang benar, belum tentu juga esok hari kita masih bisa melihat matahari lagi, umur manusia kita tidak pernah tahu...apakah esok juga kita masih akan duduk enak dan nyaman dengan jabatan kita yang ada saat ini didunia ini, kita juga tidak pernah tahu. Sudahkah kita siapkan bekal untuk kehidupan akhirat kelak?

No comments:

Post a Comment