04 December 2008

Hari yang Aneh

Ketinggalan Kereta

Rabu sore hari tanggal 03 Desember 2008 merupakan sebagian besar hari yang naas dan menyakitkan bagi penumpang KRL depok express jam 17.19, termasuk diantaranya adalah kami.

Jam 17.00 setelah absen sore "verifikasi sukses" biasa para Roker (rombingan kereta Depok dan Bogor langsung lari meluncur ke loby untuk mencari ojek ataupun bajaj, kebiasaan KRL express sore hari selalu terlambat, ya aku, Pak Bambang dan mas Riza jalan nyantai aja naik bajaj setelah menyebrang rel kereta kemayoran, eh ternyata di belakang menyusul ketua rombongan Kenthir I (mr. GS) akhirnya kami ber empat naik dua bajaj, dan dua-dua nya bajaj nya bener-bener sudah waktunya untuk dijadikan rumpon ikan dilaut aja kali ?, bener-bener gak bias lari. Sudah dapat bajaj yang gak bias lari eh tertahan lampu merah Golden agak lama lagi, sudah begitu gak seperti biasanya ternyata rute jalur gangn kelinci maceeetttt total, aduh ampun deh.

Jam 17.16 kami ber empat sampai di st. juanda, langsung aja lari naik tangga antri karcis kereta, kami beli karcis depok di papan pengumuman masih terlihat depok 17.19 bukan 18.00, bos GS antri tiket depok, aku bertanya pada salah seorang penjaga pintu peron, depok masih dikota, ya piker aku masih aman meski Bojong Gede sudah lewat, akhirnya kami naik tangga ke peron atas ternyata ditangga peron saja sudah ada gonjang-ganjing bahwa depok sudah lewat dari tadi (lho Kok…) akhirnya belum percaya kami naik keatas peron dan, eng..ing..eng ternyata peron atas sudah sepi orang-orang yang biasa naik Depok….meski juga masih ada penumpang yang kecewa seperti kami ketinggalan kereta….wah, ternyata disisi seberang banyak penumpang depok yang menyeberang nunggu Depok jam 18.00.

Kami berunding mau naik apa, Bos GS dan Pak BG setuju naik pakuwon saja meski turun di Bojong Gede, sedang aku sama sekali gak setuju ide itu aku mau naik ekonomi ac saja atau sekalian Depok jam 18.00 bisa magriban dulu di juanda atau di Gondangdia kalau mau sepaham dengan teman pak GS, ternyata mereka berdua tetep setuju naik Pakuwon saja katanya lebih cepet, dan akhirnya kami bertiga naik Pakuwon nekat turun di Bojong Gede dengan harapan masih bias ngejar kereta balik ke depok cepat dan bias magriban di depok saja.

Kereta berjalan dan ternyata tak semnis harapan kami, kereta ternyata terhambat dengan kereta ekonomi didepannya, halah kereta berjalan melambat sampai st. Pasar Minggu, selepas Pasar Minggu kereta berjalan agak cepat tapi begitu mau masuk Lenteng Agung kereta melambat kembali karena didepan masih ada ekonomi, hayahhhhh hancuuur semua……


Turun di Bojong Gede sudah jam 18.35 halah sholat magrib sudah mepet ke Isya' , akhirnya setelah keluar dari Mushola Jam 18.50 kami balik lagi ke st. Bojong Gede, hem perut sudah keroncongan laper, nunggu kereta balik gak ada yang lewat-lewat, akhirnya beli tahu goring di Bojong, makan tahu di peron tengah.

Ya cukup sekali aku merana ketinggalan kereta, halh rumah di Depok kok nyasarnya ke Bojong ?


 

No comments: